Senin, 22 Desember 2014

Petrichor

ELFRIDA AUDELIA masih saja sibuk menyeka hujan yang mengalir di pipinya dengan tangan kiri. Tidak peduli lagi sampai kapan hujan itu akan turun, ia memutuskan untuk menghabiskan harinya di tempat itu, duduk di salah satu dari dua kursi bundar yang terbuat dari kayu, tempat favoritnya bersama ibu.

Tinggal kisah yang tergores dan terucap di akalku ...

Tangan kanan gadis itu gemetar menarikan pena di buku diary hijau miliknya. Sepertinya tenaganya terkuras habis untuk menangis. Lia tak kuasa lagi menahan isaknya. Setitik air mata berhasil luput dari sekaan tangan kirinya, jatuh di permukaan buku di samping mata pena, memburamkan sedikit tinta yang sudah membariskan kata.

Langit memekat, mendung. Gerimis mulai turun.
Read More

Senin, 15 Desember 2014